Tidak Ada Kata Terlambat untuk Kecanduan Bermain Game

Judul di atas sangat tepat untuk merangkum pengalaman saya. Sebagian dari kita pasti pernah mempunyai teman yang kecanduan bermain game di saat masa-masa sekolah. Namun saya justru baru kecanduan bermain game setelah keluar dari pekerjaan di usia 22 tahun.

Awal Mula

http://i.huffpost.com/
http://i.huffpost.com/

Setelah keluar dari pekerjaan keinginan saya untuk mencari hiburan sangat besar. Bermain game menjadi pilihan saya, karena memang dari kecil saya sudah suka bermain game. Awalnya 30 menit sehari sudah cukup bermain game, dan waktu lainnya saya isi dengan melakukan kegiatan lain.

Saat bermain game ada perasaan menyenangkan.  Namun rasa menyenangkan itu cuman sebentar, sehingga saya terus menambah waktu bermain game saya agar terus merasakan rasa senang itu. Sampai akhirnya 9-10 jam sehari saya gunakan untuk bermain game.

Setahun saya kecanduan bermain game. Berulang kali orangtua  saya mengingatkan untuk mengurangi bermain game dan mencoba melamar pekerjaan. Saya selalu mengatakan bahwa saya sudah mengirim lamaran tetapi belum mendapat balasan, padahal surat lamarannya saja tidak pernah saya kirimkan.

Betapa berdosanya saya karena sudah membohongi orangtua hanya demi kesenangan sesaat yang saya rasakan sendiri. Betapa teganya saya mengkhianati harapan mereka, padahal yang mereka inginkan bukan untuk kebaikan mereka sendiri, namun untuk kebaikan anaknya.

Mulai Berubah

www.youthconnect.in
www.youthconnect.in

Setiap orang pasti memiliki titik baliknya sendiri. Setahun setelah kecanduan saya benar-benar muak dengan diri saya sendiri. Di saat teman-teman seangkatan saya sedang sibuk bekerja atau memulai usaha, saya malah bersantai tiap hari dengan bermain game.

Saat itu keinginan saya untuk berhenti bermain game benar-benar kuat. Saya mulai berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan berhenti dari kecanduan bermain game. Keinginan tanpa perbuatan akan sia-sia, maka dari itu saya mulai melakukan aksi nyata.

Meninggalkan Peralatan Gaming Saya

www.jendelaberita.com
www.jendelaberita.com

Akhir April 2016 ayah saya memberikan informasi bahwa temannya di luar kota sedang membutuhkan karyawan. Saya langsung bersedia, dan awal Mei saya berangkat ke luar kota. Saya tidak membawa PC (Personal Computer) yang biasa saya gunakan untuk bermain game.

Setelah seminggu di Kota yang baru keinginan untuk bermain game kembali menggebu-gebu. Pikiran saya bertarung sendiri, di satu sisi pikiran saya menyarankan untuk mencari warnet atau rental game, namun di sisi pikiran yang lain mengingatkan saya untuk bertahan agar tidak kecanduan game lagi.

Mungkin terdengar berlebihan tapi perang pikiran itu memang terjadi ketika kita mencoba berhenti dari kecanduan bermain game. Akhirnya saya masih bisa menahan diri. Saya mulai merencanakan kegiatan yang akan saya lakukan setelah pulang kerja agar kejadian tersebut tidak terulangi lagi.

Ikut Pengajian

ikmcnorthbelut.files_.wordpress.com
ikmcnorthbelut.files_.wordpress.com

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, pemilik tempat saya bekerja menawarkan agar saya ikut pengajian dirumahnya tiap sore. Saya langsung menyetujuinya dan menganggap ini jalan yang ditunjukkan Allah SWT agar saya bisa berhenti dari kecanduan bermain game.

Saat mengikuti pengajian saya merasa sangat tenang, perasaan seperti ini sudah lama tidak saya rasakan. Saya juga sudah lupa kapan terakhir kali mengaji beramai-ramai seperti ini. Saya jadi makin rajin untuk datang tiap hari dan mengikuti pengajian dengan sungguh-sungguh.

Selain menganjurkan untuk mengaji, beliau selalu mengingatkan agar saya sholat lima waktu dan sebisa mungkin tepat waktu. Beliau juga selalu menasehati agar waktu yang diamanahkan kepada kita harus digunakan sebaik-baiknya. Sejak saat itu keinginan saya bermain game tidak meledak-ledak lagi.

Bersepeda

girodilento.com
girodilento.com

Setelah ikut pengajian beberapa hari, pemilik tempat saya bekerja meminjamkan sepeda anaknya kepada saya. Sehingga saya mulai rutin bersepeda keliling kota. Rasanya segar sekali ketika diterpa angin saat bersepeda. Dengan bersepeda saya menjadi lebih sehat dan bugar.

Entah orang lain melihatnya atau tidak, tetapi saya sering tersenyum sendiri saat bersepeda. Saya tersenyum karena teringat masa saya di sekolah dasar yang rutin bersepeda. Berkeliling dari kampung satu ke kampung lainnya bersama teman-teman. Ternyata bersepeda juga bisa membuat mood jadi baik.

Berbicara dengan Orang lain

2012books.lardbucket.org
2012books.lardbucket.org

Ketika saya kecanduan bermain game, saya selalu mengurung diri rumah. Saya sangat jarang berbicara dengan orang lain selain keluarga saya. Namun dalam perantauan saya mau tidak mau harus belajar berkomunikasi dengan baik kepada orang lain.

Saya bertemu teman kerja baru, konsumen yang beragam tiap harinya, teman kos baru, tetangga baru, dll. Banyak cerita unik dari mereka, banyak ilmu tersirat yang saya petik dari perbincangan dengan mereka. Saat itulah saya sadar bahwa selama ini saya bagai katak dalam tempurung.

Langkah terakhir

aspiremortgagegroup.files.wordpress.com
aspiremortgagegroup.files.wordpress.com

Setelah dua bulan di Kota yang baru, akhirnya saya bisa mengambil keputusan yang dulunya terasa paling sulit, yaitu menjual akun game saya. Akun game penuh kenangan, karena ratusan game terdapat disana, total waktu saya bermain game tercatat rapi disana beserta reward yang saya dapatkan.

Akun yang juga berisi puluhan teman online. Teman-teman yang tertawa bersama tiap bermain, bekerja sama untuk menyelesaikan misi, saling bertanding untuk menguji kemampuan, ataupun hanya sekedar ngobrol santai membahas kehidupan sehari-hari.

Namun keputusan saya sudah bulat. Saat itu saya benar-benar ingin sembuh dari kecanduan game. Tidak ada penyeselasan setelah menjual akun saya. Hasil penjualan akun saya gunakan untuk membeli handphone, karena handphone saya sebelumnya mati total.

Saat ini

www.id916.com
www.id916.com

Sekarang saya yakin sudah sembuh total dari kecanduan game. Saya merasa lebih bergairah dalam hidup. Waktu yang ada saya gunakan untuk belajar hal-hal lain yang lebih bermanfaat dan menambah ibadah saya agar semakin dekat denganNya.

Terkadang saya masih bermain game sebentar untuk sekedar refreshing. Karena bermain game itu tidak buruk, namun berlebihan dalam bermain game lah yang buruk dan harus dihindari. Semoga teman-teman yang mengalami kecanduan bermain game seperti saya juga berhasil berhenti.

Leave a Comment