Pertama Kali Belajar di Pondok Pesantren

“Belajar di Pondok Pesantren”, kalimat tersebut ada di benak saya setidaknya baru setahun ini. Pikiran itu muncul setelah melihat iklan Pondok Pesantren Sintesa di Facebook. Saya tertarik karena Pondok Pesantren Sintesa fokus pada hafalan Al-Quran dan bisnis online.

Tahun 2015 akhir saya mengikuti tes masuk angkatan 3, namun saat pengumuman nama saya tidak ada, alias tidak diterima. Saat angkatan 4 dibuka di bulan Juli 2016 saya mencoba ikut tesnya lagi. Alhamdulillah saya diterima, sehingga kini saya resmi menjadi santri Sintesa.

Menjadi santri untuk pertama kalinya tentu membuat saya mendapat banyak pengalaman baru di pondok.

Bertemu Teman-teman Baru

1.bp.blogspot.com
1.bp.blogspot.com

Untuk angkatan 4 tahun ini, Sintesa menerima 49 santri, walaupun yang datang tinggal 35 santri. Santri datang dari berbagai daerah di Indonesia, kebanyakan memang dari pulau Jawa, namun ada juga santri yang berasal dari Sumatera dan Kalimantan.

Usia santri berkisar antara 18-26 tahun. Saya sendiri termasuk santri yang mendekati batas usia yang ditentukan pondok. Ada santri yang baru lulus SMA atau kuliah, ada yang mengambil cuti kuliah, ada yang keluar dari pekerjaannya dan ada pula yang memang sudah berwirausaha sebelumnya.

Banyak santri yang sudah punya pengalaman belajar di pondok-pondok lain sebelumnya, namun ada pula yang baru pertama kali masuk pondok seperti saya. Ada santri yang sudah jago bisnis online, namun ada pula yang belum punya pengalaman sama sekali.

Keberagaman santri inilah, yang membuat pondok menjadi seru. Tiap hari ada saja tingkah laku teman-teman yang membuat saya tertawa. Selain itu saya juga banyak mendapat pelajaran berharga dari teman-teman baru saya disini.

Tidur Beramai-ramai

sarungpatriot.files.wordpress.com
sarungpatriot.files.wordpress.com

Sejak kecil saya terbiasa tidur sendirian, sehingga hari-hari pertama di pondok saya tidak bisa tidur nyenyak karena tidurnya beramai-ramai. Untungnya sekarang saya sudah bisa menikmati tidur dengan baik.

Sebelum tidur biasanya para santri berbincang santai dahulu, saling melempar candaan yang berakhir dengan tawa. Sebelum tidur tiap santri menempati spot favoritnya sendiri dengan rapi.

Ada santri yang tidurnya rapi, ada pula yang dipertengahan malam mulai bergerak kesana kemari. Ada santri yang tidurnya tenang, ada pula yang mengorok kencang sekali. Ada santri yang gampang dibangunkan, ada pula yang perlu usaha ekstra untuk membuatnya bangun dari tidur.

Ya, begitulah lika-liku tidur beramai-ramai. Yang terpenting kami dapat beristirahat sehingga paginya kami sudah siap untuk beribadah dan belajar lagi.

Makan Bersama

1.bp.blogspot.com
1.bp.blogspot.com

Jam makan sering disebut sebagai “Acara Inti”. Santri akan dengan cepat memenuhi ruang makan bila acara inti dimulai. Kami makan 3 kali sehari. Biasanya tiap 4 santri akan makan di satu nampan yang sama.

Kami makan menggunakan tangan atau istilahnya muluk. Untuk makanan kering tentu tidak masalah, namun untuk makanan berkuah tentu jadi lebih susah. Mungkin jika semakin sering makan-makanan berkuah menggunakan tangan, nantinya kami akan bisa menggengam air, hehe.

Para santri menjuluki diri sendiri dengan “Predator” karena bila ada makanan akan habis dalam sekejap. Misalnya ketika seseorang membawakan snack oleh-oleh dari kampung halamannya, maka tak perlu waktu lama untuk menghabiskannya.

Piket

pondokinspirasi95.files.wordpress.com
pondokinspirasi95.files.wordpress.com

Santri dibagi menjadi 6 kelompok piket. Setiap hari kami bergantian melaksanakan piket. Ada dua piket yang kami jalani yaitu piket kebersihan dan piket masak.

Tugas piket kebersihan adalah membersihkan ruangan, menyapu halaman, dan membuang sampah. Sedangkan piket makan bertugas memasak nasi, menyiapkan makanan, dan mencuci piring setelah acara inti.

Dengan piket kami jadi berlatih disiplin dan bertanggung jawab. Jika nasi yang kami masak tidak matang atau terlalu keras, maka kami harus siap diprotes satu pondok. Maka dari itu santri harus melaksanakan piket dengan sungguh-sungguh untuk kebaikan bersama.

Mengaji

http://www.binaumat.com/
http://www.binaumat.com/

Di Sintesa kami ditargetkan untuk menghafal 2 juz dalam setahun. Untuk memenuhi target tersebut tiap harinya kami mengaji dari subuh sampai jam 6 pagi, dan malamnya dari magrib sampai isya. Diluar waktu tersebut santri boleh mengaji sendiri sesuai keinginan.

Dengan mempunyai target hafalan, saya jadi lebih rajin mengaji. Hal ini tentu berbeda dibandingkan saat saya di rumah yang mengaji semaunya saja. Selain itu dengan belajar di pondok, saya jadi lebih tahu cara membaca Al-Quran yang benar. Karena ketika salah membaca akan ada teman yang mengingatkan.

Belajar Dakwah

batamtoday.com
batamtoday.com

Setelah mengaji pagi, kami para santri wajib bergantian memberikan kultum kepada kelompok kami masing-masing. Santri dilarang membaca teks atau melihat contekan. Sehingga santri harus mempersiapkan dan menghafal materi sebaik mungkin.

Sebagai orang yang pemalu, kegiatan ini sangat banyak manfaatnya. Kegiatan ini melatih saya untuk belajar berkomunikasi lebih baik, saya juga jadi banyak membaca saat mempersiapkan materi, dan yang terpenting saya mendapat banyak pengetahuan tentang agama tiap mendengar kultum.

Jujur saat pertama kali kultum saya grogi sehingga saat berbicara jadi terbata-bata. Terutama karena masih dangkalnya ilmu agama saya. Namun saya akan terus belajar agar nantinya saya bisa lebih baik saat memberikan kultum.

Membuat Website

www.weebly.com
www.weebly.com

Salah satu faktor yang membuat saya ingin belajar di Sintesa adalah kurikulumnya yang mengajarkan bisnis online. Di bulan pertama ini santri diajari membuat website personal, mulai dari membeli domain, mengatur hosting, menulis artikel yang baik di website pribadi dan membuat backlink.

Tugas harian kami saat ini adalah membuat artikel tentang pengalaman pribadi minimal 500 kata. Kebanyakan santri belum punya pengalaman menulis artikel yang baik, sehingga kami kesulitan mengubah cerita yang ada di kepala kami menjadi sebuah tulisan.

Namun semua santri tetap bersemangat mengerjakan tugas, karena memang kami disini ingin belajar dan ingin bisa.

Harapan Saya

36.media.tumblr.com
36.media.tumblr.com

Itulah pengalaman baru saya selama hampir sebulan di Pondok Pesantren Sintesa. Semoga saya bisa mengikuti semua pelajaran yang diberikan.

Saya juga berharap agar semua kebiasaan baik yang dibentuk di pondok akan terus saya jalankan secara konsisten, bahkan sampai nanti ketika saya lulus dari pondok.

Tak lupa saya berharap agar ilmu yang saya dapatkan disini bisa terus saya amalkan dan bagikan kepada orang lain. Karena dengan membagikan, saya bisa memberi manfaat kepada orang lain. Karena sifat ilmu adalah semakin banyak dibagikan maka akan semakin bertambah.

Leave a Comment