7 Cabang Olahraga yang Pernah Saya Ikuti

Sejak kecil saya termasuk suka berolahraga, walaupun semakin dewasa semakin berkurang intensitasnya.

Dari banyaknya cabang olahraga yang tersedia, ada beberapa yang saya ikuti untuk waktu yang tidak sebentar.

1. Lari Jarak Pendek

goldensprintchallenge.com
goldensprintchallenge.com

Saat kelas 1-2 SD saya termasuk 3 besar sprinter tercepat. Oleh karena itu tiap guru olahraga mengadakan tes lari saya selalu antusias.

Saya ingat betul kelas 3 SD saya kehilangan kecepatan, karena kenaikan berat badan saya yang signifikan.

Masalah tersebut terjadi karena saya terlalu banyak makan junk food, snack dan minum softdrink. Sayangnya saya baru menyadari masalah tersebut waktu sudah beranjak SMK.

Sejak saat itu saya jarang mengonsumsi makanan dan minuman tersebut.

2. Sepak Bola

www.huffingtonpost.ca
www.huffingtonpost.ca

Saya memang suka sepak bola sejak kecil. Entah bermain di sekolah maupun bermain bersama tetangga di lapangan kampung saya dulu.

Dari kelas 1-6 SD saya rutin bermain sepak bola. Biasanya posisi saya adalah striker penunggu bola. Jadi saya tidak banyak berlari, namun ketika menerima bola dari teman, sebisa mungkin saya konversi menjadi gol.

Di SD, saya termasuk top skor alias pencetak gol terbanyak. Bisa dipastikan minimal satu gol saya cetak tiap minggunya waktu jam olahraga berlangsung.

Namun sejak SMP saya sudah jarang bermain sepak bola. Baru di usia ke 23 ini saya mulai rutin lagi bermain sepak bola tiap minggu bersama teman-teman pondok.

Jangan ditanya skill saya yang sekarang, bisa dipastikan tiap pertandingan saya tidak mencetak gol. Bahkan mungkin saya adalah pemain yang paling banyak memberi bola ke lawan, karena buruknya kontrol bola dan tidak akuratnya passing saya.

3. Karate

gpca.co
gpca.co

Sekitar 2 tahun saya ikut ekstrakulikuler karate di SD. Latihannya 2 kali seminggu tiap sore. Saya ikut karate karena ajakan teman-teman sekelas.

Walaupun bukan karena keinginan sendiri saya tetap mengikuti kegiatan secara rutin. Hal yang paling saya kenang adalah saat ujian kenaikan sabuk.

Saya mengikuti ujian di SMP 3 Malang. Pukulan, tendangan, kuda-kuda, koprol, backroll menjadi bahan yang dinilai para juri.

Perasaan saya begitu bahagia saat dinyatakan lulus ujian, dan diberikan sabuk baru. Ya, sejak kelulusan itu saya tidak lagi memakai sabuk putih, berganti menjadi sabuk kuning. Namun saya tidak begitu ingat apa penyebabnya saya berhenti mengikuti karate.

Satu hal yang pasti saya sudah lupa semua jurus yang diajarkan dahulu.

4. Basket

imgsplanet.com
imgsplanet.com

Beranjak SMP saya mulai tertarik dengan basket. Saya ingin main basket setelah membaca manga Slamdunk.

Akhirnya ekstrakulikuler basket menjadi pilihan saya. Tiap minggu saya rutin berlatih. Dari yang awalnya tidak bisa sama sekali jadi sedikit bisa.

Rasanya sangat menyenangkan ketika bermain basket, walaupun latihannya sangat menguras energi. Sayangnya saya hanya menjadi cadangan, dan belum pernah diturunkan di pertandingan resmi melawan SMP lain.

Saat itu saya berharap peruntungan saya dalam dunia basket membaik saat saya masuk SMK. Namun kenyataan berkata lain, bahkan saat itu saya tidak masuk menjadi tim cadangannya.

Namun tetap saja latihan basket bersama teman-teman terasa menyenangkan.

5. Pingpong

www.mylloydminsternow.com
www.mylloydminsternow.com

 

Salah satu fasilitas yang ada di SMK saya adalah meja pingpong. Lebih dari 5 buah meja tersebar di seluruh penjuru sekolah.

Siswa bebas menggunakannya di waktu sebelum masuk kelas, istirahat, jam olahraga dan setelah pulang sekolah.

Karena jumlah siswa yang banyak, maka tiap pertandingan hanya dilangsungkan satu set, game berakhir ketika salah satu pemain mendapat poin 11.

Pemenang akan bermain terus melawan musuh baru. Oleh karena itu satu-satunya cara agar bisa bermain lama adalah terus menang.

Kekalahan telak sering saya alami. Semakin lama bermain semakin banyak saya belajar. Bahkan saat itu saya sampai minta tolong bapak untuk mengajarkan cara melakukan smash. Kami berlatih di aula desa tiap sore selama beberapa hari.

Lambat laun kemenangan demi kemenangan bisa saya raih. Setidaknya saya menjadi salah satu yang terbaik di kelas. Walaupun memang masih banyak siswa dari kelas lain yang lebih hebat.

Setelah menulis artikel ini, saya jadi menerka-nerka kemana bat saya dulu. Bat legendaris dengan tulisan “D” ditengahnya.

Sudah 6 tahun saya tidak main pingpong lagi, rasanya waktu begitu cepat berlalu.

6. Berenang

www.hdnicewallpapers.com
www.hdnicewallpapers.com

Olahraga favorit saya sampai saat ini. Saya diajari renang sejak SD oleh ibu saya. Namun baru di 2013-2014 saya merutinkan renang lagi.

Saya renang seminggu sekali di kolam renang di dekat gedung Kartini di Malang. Renang saya lakukan pagi hari sebelum berangkat kerja. Enaknya berenang di pagi hari adalah kolam renang masih sepi, jadi saya bisa leluasa.

Saat berenang semua anggota badan bergerak, paru-paru juga ikut terlatih membuat badan menjadi segar.

Kadang saya hanya telentang dan mengambang, menikmati kemana air membawa saya. Rasanya begitu damai saat itu, saya bisa mendengar suara nafas sendiri dan suara air yang menenangkan.

Setelah berenang mood akan membaik, semangat akan muncul dan tentu saja, perut akan lapar.

7. Bersepeda

www.cyclenorth.org.uk
www.cyclenorth.org.uk

Saat bekerja di Jombang 4 bulan lalu, bos saya meminjamkan sepeda anaknya karena saya memang tidak punya kendaraan.

Berangkat kerja, pergi mengaji, membeli makanan, berjalan-jalan keliling kota, mencari pokemon, semua saya lakukan dengan menaiki sepeda. Mungkin jika ditotal, dalam sehari saya bersepeda sejauh 4-5 km.

Salah satu efek nyata yang saya rasakan adalah ukuran paha saya mengecil dan berat badan ikut turun. Tentu saya senang dengan hasilnya, karena sebelum itu saya memang kelebihan berat badan.

Selepas pergi ke Magetan untuk belajar memperbaiki diri, saya sudah tidak pernah bersepeda lagi. Semoga saya segera mendapat rejeki untuk membeli sepeda baru.

Aamiin.

Menjadi Lebih Sehat

fit.webmd.com
fit.webmd.com

Apapun olahraga yang kita pilih tidak menjadi masalah. Karena semua olahraga pasti memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan kita.

Hal yang paling penting adalah untuk terus konsisten dalam berolahraga untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Nasehat ini juga menjadi pengingat bagi diri saya pribadi.

Semoga kita semua bisa terus konsisten berolahraga, dan terhindar dari rasa malas. Karena menjaga kesehatan adalah bentuk syukur kita kepada Tuhan YME atas nikmat tubuh sehat yang diberikan-Nya.

Leave a Comment