Menikmati Jalan Santai Pagi Ini

Tak terasa sudah hari minggu lagi. Hari minggu berarti kegiatan belajar mengajar di pondok libur. Waktu libur biasa saya gunakan untuk menonton film di laptop, menonton video di youtube, membaca manga online, bermain game, ataupun hanya tiduran di kamar.

Berbeda dengan hari Minggu sebelumnya, minggu ini kami diwajibkan mengikuti acara jalan santai yang diselenggarakan oleh Desa Ngadirejo untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 71. Menurut Undangan, kami harus berkumpul di lapangan desa pukul 06.00 WIB.

Persiapan

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Sewaktu masih tinggal di Malang, saya hampir tidak pernah  mengikuti acara jalan santai.  Saya malas karena kegiatannya pasti diadakan pagi sehingga saya masih mengantuk. Selain itu hanya dengan  membayangkan banyaknya warga yang berpartisipasi sudah membuat saya lelah.

Lain dulu lain sekarang, pagi ini saya cukup antusias mengikuti jalan santai. Saya bersiap-siap dimulai dengan mengenakan kaos yang ringan dan celana training. Tak lupa mengenakan sweater karena saya merasa kedinginan pagi itu.

Kemudian saya memakai sepatu olahraga yang saya bawa dari Malang. Sepatu olahraga saya tampak seperti baru walaupun sudah dari tahun 2013 saya memilikinya. Karena memang sepatu tersebut baru saya gunakan satu atau dua kali saja.

Berkumpul di Lapangan Desa

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Kami para santri datang ke lapangan desa pukul enam lebih. Ternyata lapangan masih sepi. Kami memilih duduk di lapangan dan saling mengobrol sambil menunggu acara di mulai. Sambil mengobrol saya melihat warga mulai berdatangan menuju lapangan.

Ada yang datang dengan berjalan kaki, naik sepeda ataupun sepeda motor. Mulai anak kecil sampai orang tua ada di lapangan. Mereka terlihat gembira mengikuti acara ini. Berbeda dengan warga, panitia terlihat serius mempersiapkan acara. Saya tertarik untuk melihat kegiatan yang mereka lakukan.

Panitia Mengatur Bungkusan Berisi Hadiah

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Sebuah mobil pick up yang berisi banyak bungkusan berhenti di depan panggung. Beberapa orang panitia mulai memindahkah bungkusan dari pick up ke panggung. Sebagian yang lain mengatur dan menata letak bungkusan. Besar bungkusan bervariasi dari yang kecil sampai yang  besar.

Anak-anak yang ada di sekitar panggung sangat fokus melihat bungkusan-bungkusan yang ada. Mungkin mereka menebak-nebak apa saja isinya. Kalau saya tidak terlalu memikirkan isi bungkusannya apa, karena yang saya inginkan adalah sepeda lipat yang ada di panggung sejak tadi.

Penjaga Keamanan yang Siaga

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Saat saya berjalan ke arah jalan raya, saya melihat ada hansip yang membantu warga menyeberang. Terlihat juga hansip lain sedang mengatur arus lalu lintas. Tugas utama para hansip adalah menjaga agar acara jalan santai ini berlangsung aman dan terkendali.

Acara di Mulai

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Setelah berkeliling saya merasa panas sekali dan melepas sweater saya. Salah satu teman saya sadar dan memberi tahu saya bahwa kaos yang saya gunakan terbalik. Akhirnya dengan berjalan cepat saya kembali ke pondok untuk membenarkan kaos dan meletakkan sweater.

Di perjalanan kembali ke lapangan desa, saya berpapasan dengan rombongan warga. Ternyata acara sudah dimulai, saya pun bergegas mencari teman-teman. Setelah melihat mereka, saya langsung masuk ke barisan. Acara baru dimulai tetapi kaus saya sudah basah oleh keringat.

Melewati Tempat yang Baru

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Saya baru tiga minggu berada di Desa Ngadirejo, Magetan untuk menimba ilmu. Jadi belum banyak tempat yang saya kunjungi. Oleh karena itu, dengan mengikuti acara jalan santai ini saya jadi lebih tahu daerah-daerah di sekitar pondok. Kami melewati jalan yang di kanan kirinya adalah kebun kacang.

Indah sekali pemandangan sepanjang perjalanan, mata saya jadi segar. Selama perjalanan saya dan teman-teman saling bercanda. Dengan bercanda membuat rasa capai saat berjalan berkurang. Kami juga selalu siap jika akan dipotret oleh teman yang membawa kamera.

Pembagian Kupon

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Setelah berjalan cukup lama, barisan warga mulai berhenti. Ternyata di depan ada panitia yang membagikan kupon berisi nomer yang akan diundi nantinya. Saat pembagian kupon inilah barisan yang tadinya rapi jadi berantakan. Warga tidak sabar dan tidak mau mengantre.

Panitia kewalahan menghadapi warga yang berebut kupon. Saya menghampiri salah satu panitia untuk meminta kupon namun kehabisan. Baru di panitia keempat saya mendapat kupon. Saya mendapat kupon nomer 00021. Saya berdoa agar mendapat sepeda lipat ada di panggung tadi.

Melanjutkan Perjalanan

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Setelah berhenti sejenak, saya meneruskan perjalanan. Ternyata perjalanan masih cukup jauh. Kali ini di kanan dan kiri saya adalah kebun tebu. Aroma khas tebu tercium jelas ketika angin berhembus. Saya jadi ingat waktu kecil sering mengambil tebu yang jatuh dari truk-truk di sekitar pabrik gula.

Saat berjalan saya dilewati beberapa warga yang menggenggam kupon undian namun mereka menaiki sepeda motor. Beberapa warga juga lebih milih melewati jalan pintas dengan memasuki gang kecil. Ada juga warga yang berbalik arah setelah menerima kupon undian entah mau kemana mereka.

Kembali ke Lapangan Desa

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Lapangan desa sudah terlihat dan suara panitia sudah terdengar. Saya pun berhasil menyelesaikan perjalanan ini dengan lancar. Sebagian warga langsung duduk dekat panggung untuk menunggu pengundian hadiah. Sebagian lain mendatangi pedagang-pedagang yang berada di lapangan.

Saya memilih membeli susu kedelai dulu karena sepanjang perjalanan tidak minum sama sekali. Sambil menikmati susu kedelai saya melihat sekitar. Saya kemudian menyadari jika warga yang kembali ke lapangan desa lebih sedikit dibandingkan saaat keberangkatan.

Pengundian Hadiah

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Sang pembawa acara menyapa para warga dan mengatakan bahwa pengundian akan dimulai. Diawali dengan hadiah hiburan sebanyak sepuluh buah. Di kesempatan pertama ini saya tidak dapat apa-apa. Saya masih merasa biasa saja karena memang hadiah sepeda lipat yang saya inginkan.

Setelah sesi pengundian, acara diselingi dengan musik dangdut. Begitu seterusnya sampai tiba di pengundian hadiah utama yaitu sepeda lipat dan sepeda gunung. Saat itu saya merasa tegang karena pembawa acara menyebut nomer pemenangnya satu persatu.

Saya kaget begitu semua nomer nya disebutkan, karena saya tidak menang. Rasanya cukup kecewa karena sepeda lipat itu benar-benar saya inginkan. Namun tidak semua yang kita inginkan terwujud. Semoga Allah SWT memberikan yang lebih baik dari sepeda lipat di kemudian hari.

Acara Selesai

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Pukul 11 siang acara selesai, pembawa acara mengingatkan agar warga yang belum menang tidak perlu bersedih hati, karena bisa saja tahun depan baru rejekinya. Saya dan teman-teman kembali ke pondok untuk makan kemudian dilanjutkan dengan beristirahat.

Acara jalan santai ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi saya. Saya jadi lebih mengenal daerah sekitar, bisa melihat pemandangan yang indah, merasakan keceriaan warga maupun teman-teman pondok dan yang terpenting bisa menambah rasa syukur saya atas semua nikmat tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment