siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 2016

Sejarah Kurikulum Pendidikan di Indonesia Paling Lengkap

Kurikulum Pendidikan di Indonesia – Sudah 71 tahun bangsa Indonesia merdeka. Selama itu pula berbagai kebijakan dan peraturan terus berubah agar lebih baik.

Hal tersebut juga terjadi pada kurikulum pendidikan di Indonesia. Tercatat sudah 11 kali kurikulum pendidikan diganti.

Kamu pasti pernah merasakan proses belajar pada beberapa kurikulum yang berbeda. Mari kita bahas kurikulum pendidikan di Indonesia satu persatu agar kamu lebih paham dan ingat kembali akan masa-masamu di sekolah.

1. Rentjana Pelajaran 1947 atau Kurikulum 1947

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 1940
serbasejarah.blogspot.com

Walaupun sudah disusun pada tahun 1947, Rentjana Pelajaran baru diterapkan pada tahun 1950. Kurikulum ini memiliki istilah Belanda Leerplan yang berarti rencana pelajaran. Pancasila merupakan asas pendidikan yang telah ditetapkan di kurikulum ini.

Sifat pendidikan pada kurikulum ini lebih politis, karena merupakan transisi dari pendidikan Belanda ke pendidikan nasional.

Pada Kurikulum 1947, pelajaran pembentukan karakter manusia Indonesia yang berdaulat, merdeka dan sejajar dengan negara-negara lain di dunia sangat ditekankan.

Fokus pelajaran lebih ke arah pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat, tidak banyak porsi untuk pendidikan pikiran.

Materi pelajaran diambil dari kejadian sehari-hari di sekitar sehinggi sangat relevan. Pendidikan jasmani dan kesenian juga sangat diperhatikan pada kurikulum ini.

2. Rentjana Pelajaran Terurai 1952 atau Kurikulum 1952

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 1952
mariaassumpta.sch.id

Kurikulum 1952 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 1947 yang disebut juga Rentjana Pelajaran 1947. Setiap mata pelajaran dirumuskan lebih terperinci dibandingkan kurikulum sebelumnya.

Perubahan yang cukup besar adalah setiap satu orang guru hanya mengajar satu mata pelajaran. Tiap pelajaran pada kurikulum ini dikaitkan dengan kejadian pada kehidupan sehari-hari.

Rentjana Pelajaran Terurai 1952 sudah mencerminkan sistem pendidikan nasional, bukan lagi transisi seperti Rentjana Pelajaran 1947.

3. Rentjana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 1964
kembarabahasa.blogspot.com

Pada Rentjana Pendidikan 1964 pembelajaran di tingkat SD (Sekolah Dasar) dipusatkan pada program Pancawardhana.

Pancawardhana merupakan program yang teridiri dari keparigelan (keterampilan), jasmani, emosional atau artistik, kecerdesan dan pengembangan moral.

Pemerintah mencanangkan program tersebut di dalam Kurikulum 1964 agar tiap rakyat mendapat ilmu pengetahuan akademik yang baik. Sehingga kurikulum ini lebih sempurna daripada kurikulum sebelumnya.

4. Kurikulum 1968

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 1968
update-guru.blogspot.com

Tahun 1969 Indonesia berada pada era orde baru. Sehingga Kurikulum 1964 yang merupakan produk orde lama diganti dengan Kurikulum 1968 dengan alasan politis.

Pada kurikulum baru ini terdapat beberapa tujuan yaitu membentuk manusia Pancasila sejati, yang kuat dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdesan dan keterampilan jasmani, budi pekerti, moral dan keyakinan beragama.

Materi pada Kurikulum 1968 bersifat teoritis, tidak relevan dengan permasalahan yang terjadi pada kehidupan sehari-hari yang sebenarnya. Tentu hal ini jauh berbeda daripada kurikulum-kurikulum pendidikan sebelumnya.

Kegiatan pembelajaran ditujukan supaya murid-murid di segala tingkat pendidikan dapat meningkatkan keterampilan dan kecerdesan serta melatih fisik supaya kuat dan sehat.

5. Kurikulum 1975

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 1975
skpauh.blogspot.com

MBO (Management by Objective) merupakan sebuah konsep di bidang manajemen yang mempengaruhi lahirnya Kurikulum 1975.

Kurikulum ini bertujuan agar pendidikan lebih efektif dan efisien. Materi, metode serta tujuan pembelajaran dirinci dalam PPSI yang merupakan singkatan dari Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional.

Kurikulum 1975 terkenal dengan istilah “satuan pelajaran”, yang merupakan rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

Setiap satu pelajaran diperinci lagi dalam wujud Tujuan Instruksional Umum (TIU),  Tujuan Instruksional Khusus (TIK), alat pelajaran yang digunakan, materi pelajaran, kegiatan belajar mengajar dan evaluasi hasil belajar.

Banyaknya komponen-komponen dalam kurikulum ini, membuat guru dituntut untuk terampil dalam menulis poin-poin yang ada dan daftar yang akan dicapai dari setiap kegiatan belajar mengajar secara detail.

6. Kurikulum 1984

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 1984
www.keepo.me

Kurikulum 1984 merupakan pengembangan dari Kurikulum 1975, sehingga disebut juga Kurikulum 1975 yang disempurnakan.

Fokus pada kurikulum ini adalah pendekatan proses keahlian. Walaupun pendekatan proses merupakan hal yang utama, namun faktor tujuan tetap menjadi poin yang penting.

Pada kurikulum ini menggunakan model pembelajaran CBSA  yang merupakan singkatan dari Cara Belajar Siswa Aktif. Metode ini juga digunakan di dunia pendidikan internasional yang disebut SAL yang artinya Student Active Learning.

Metode ini digagas oleh seorang tokoh penting, yaitu Profesor Dr. Conny R. Semiawan, yang menjabat sebagai Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas. Beliau menjabat mulai dari 1980-1986.

Dalam CBSA, siswa diposisikan sebagai subjek belajar. Sehingga siswa bertugas melakukan beragam kegiatan seperti, berdiskusi, mengelompokkan, sampai melaporkan hasil belajarnya.

Konsepnya baik dan saat uji coba di beberapa sekolah hasilnya memuaskan. Namun saat diterapkan secara nasional justru bertolak belakang hasilnya.

Kelas menjadi sangat gaduh karena siswa berdiskusi, ruang kelas jadi kotor karena banyak stiker dan gambar-gambar, dan yang paling terlihat adalah guru tidak lagi mengajar dengan cara berceramah di depan kelas.

Akibat kejadian-kejadian tersebut muncul penolakan pada model belajar CBSA ini.

7. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun1994
hitamandbiru.blogspot.com

Setiap kurikulum baru pasti dibuat untuk menyempernukan kurikulum sebelumnya. Begitu pula Kurikulum 1994 yang merupakan penyempernaan dari Kurikulum 1984.

Kurikulum ini dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Perubahan paling signifikan adalah berubahnya sistem semester menjadi caturwulan. Satu tahun berarti akan ada tiga tahap. Harapannya agar siswa dapat menerima pelajaran lebih banyak.

Proses pembelajaran lebih ditekankan kepada keterampilan siswa dalam memecahkan masalah dan menyelesaikan soal yang ada.

Salah seorang pakar pendidikan, Mudjito menjelaskan bahwa tujuan kurikulum ini adalah untuk memadukan kebaikan Kurikulum 1975 dengan Kurikulum 1984.

Kurikulum ini pada akhirnya dinilai belum berhasil karena terlalu membebani siswa. Materinya sangat banyak mulai lokal hingga nasional. Materi lokal tentu menyesuaikan daerah masing-masing siswa. Contohnya bahasa daerah, kesenian dan keterampilan daerah, dll.

Hal tersebut diperparah dengan adanya kelompok-kelompok masyarat yang memiliki kepentingannya masing-masing. Mereka mendesak supaya hal-hal tertentu dimasukkan ke dalam kurikulum.

Kurikulum 1994 berubah menjadi kurikulum yang sangat padat. Adanya Suplemen Kurikulum 1999 tak banyak membantu, hanya menambal beberapa kekurangan dari materi saja.

8. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum 2004

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 2004
deemurdomo.blogspot.com

Di dalam KBK terdapat 3 unsur pokok yang wajib ada, yaitu spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi; pemilihan kompetensi yang sesuai; dan pengembangan pembelajaran.

Adapun ciri dari Kurikulum 2004 ini adalah:

  • Kegiatan pembelajaran menggunakan metode dan pendekatan yang beragam, sehingga tidak membosankan.
  • Sumber belajar tidak hanya dari guru, murid bisa belajar dari mana saja selama memenuhi unsur edukatif.
  • Fokus pada mencapai kompetensi murid, baik individual maupun klasikal, orientasinya pada hasil pembelajaran dan keanekaragaman.
  • Penilaian berdasarkan kepada proses dan hasil belajar dalam usaha menguasai atau mencapai suatu kompetensi.
  • Pengetahuan dan keterampilan tiap mata pelajaran, disusun dan digolongkan berdasarkan aspek dari mata pelajaran tersebut.
  • Struktur kompetensi dasar KBK ini didasarai oleh komponens kelas, aspek dan semester.
  • Pernyataan hasil pembelajaran diputuskan untuk tiap pelajaran pada setiap levelnya.

Rumus hasil pembelajaran adalah untuk menjawab pertanyaan:

Apa yang siswa harus ketahui dan mampu kerjakan sebagai hasil belajar mereka pada jenjang ini?

Hasil belajar merupakan refleksi dari keluasan, kedalaman dan kekompleksan kurikulum dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur dengan berbagai metode penilaian

Tiap hasil belajar mempunyai seperangkat indikator. Penyusunan indikator untuk menjawab pertanyaan, Bagaimana kita tahu bahwa siswa sudah mencapai hasil belajar sesuai harapan?

Kurikulum yang sangat detail indikator penilaiannya namun terjadi kerancuan karena alat ukur pencapaian murid masih berupa UAS dan UN yang menggunakan pilihan ganda. Sangat tidak cocok dengan KBK.

Seharusnya bentuk ujian terakhir memiliki alat ukur yang lebih bervariasi dan soal-soalnya berbentuk soal cerita atau uraian. Sehingga guru bisa menilai sejauh mana pencapaian murid-muridnya.

9. Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) atau Kurikulum 2006

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 2006
sukabumikota.kemenag.go.id

Kurikulum ini disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang kemudian disahkan oleh Menteri Pendidikan Nasional.

KTSP bertujuan agar pendidikan nasional tetap sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.

Pada KTSP pemerintah pusat hanya menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sedangkan guru ditiap sekolah di daearah-daerah harus bisa mengembangkan dalam wujud silabus dan penilaiannya harus sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya.

Penyusunan KTSP merupakan tanggung jawab sekolah-sekolah yang berada di bawah binaan Dinas Pendidikan Daerah setempat.

Kurangnya pemahaman menyebabkan Kurikulum 2006 ini dianggap kurang berhasil dan dihentikan di tahun 2012.

10. Kurikulum 2013

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 2013
beritasikmalaya93.blogspot.com

Pada Kurikulum ini terdapat empat bahan penilaian, yaitu aspek sikap, aspek perilaku, aspek keterampilan dan aspek pengetahuan.

Di Kurikulum 2013 terdapat materi yang ditambahkan yaitu Matematika dan materi yang dirampingkan yaitu Bahasa Indonesia, PPKn, IPS, dsb.

Pada mata pelajaran IPA dan Matematika ditingkatkan standarnya menjadi standar internasional (TIMSS dan PISA). Tujuannya agar pendidikan di Indonesia seimbang dengan negara lainnya.

11. Kurikulum 2015

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 2015
www.muhammadiyah.or.id

Kurikulum yang masih diterapkan sampai sekarang. Kurikulum ini dibuat untuk menyempurnakan Kurikulum 2013 yang dihentikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saati itu, Bapak Anies Baswedan.

Meski namanya kurikulum 2015, namun konsep dan metode pembelajarannya sama dengan Kurikulum 2006 atau KTSP.

Perubahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia dari Dulu sampai Sekarang

siswa pada kurikulum pendidikan di indonesia tahun 2016
adilkurnia.com

Kurikulum pendidikan di Indonesia yang telah dilalui memang banyak. Ada pro kontra di tiap periode kurikulum. Namun kita ambil manfaatnya saja dan lebih fokus pada kegiatan belajarnya.

Kurikulum mana yang sempat kamu rasakan?

Coba ceritakan di kolom komen tentang pendapatmu terhadap kurikulum yang pernah kamu jalani dan apa saranmu agar kurikulum pendidikan di Indonesia lebih baik lagi?

Semoga kurikulum pendidikan di Indonesia semakin sempurna, dan mencetak banyak siswa-siswi yang berkontribusi bagi perkembangan negara Indonesia. Baik dari melalui pekerjaannya, wirausahanya, karyanya, penemuannya, dll.

Selamat belajar!

Leave a Comment