Kesialan di Tengah Kesenangan

Kesialan atau ketidakberuntungan bisa terjadi kapan saja. Saat baru bangun tidur, saat berangkat kerja, saat bersantai, bahkan bisa terjadi ketika kita sedang merasa senang.

Berangkat Pagi

4.bp.blogspot.com
4.bp.blogspot.com

Ketika SMK kelas dua saya masuk sekolah pukul 06.30 WIB. Jarak rumah saya dengan sekolah kurang dari 10 menit perjalanan jika menggunakan motor. Karena dekat saya sering santai dan berangkat  mendekati jam masuk.

Namun suatu hari, jam 06.00 WIB saya sudah rapi dan siap berangkat. Saya merasa senang karena bisa siap sepagi ini. Saya keluarkan motor dari teras dan berangkat dalam keadaan mood yang baik.

Setelah melewati jalan perumahan saya berniat menyeberang ke jalan besar. Tak disangka, di pagi itu ada polisi yang melakukan razia. Padahal selama ini tidak pernah sekalipun ada razia di daerah perumahan saya.

Kala itu saya belum punya SIM, sehingga mendapat denda. Dengan wajah mengiba saya mengatakan bahwa hanya punya uang Rp 10.000,- . Polisinya memperingatkan agar saya tidak melakukan pelanggaran lagi, namun dia tetap meminta satu-satunya uang yang saya miliki.

Menonton di Bioskop

desktopwalls.net
desktopwalls.net

Minggu ini Film Harry Potter keenam rilis di Malang. Padahal sudah datang secepat mungkin, tetapi antrian sudah mengular sampai keluar bioskop. Akhirnya setelah satu jam mengantri saya dan teman dapat juga tiketnya.

Saya menikmati filmnya, semakin lama makin merasa kedinginan sehingga memasukkan tangan saya ke jaket. Saat itu saya kaget karena kunci motor tidak ada di kantong jaket. Saya cari di baju, tas, dan saku celana namun tetap tidak ketemu.

Teman saya mengatakan bahwa kemungkinan kunci saya ketinggalan di motor. Saat itu saya ingin langsung menuju parkiran untuk mencari kunci saya. Namun karena durasi filmnya mungkin tinggal 30an menit lagi saya memutuskan tetap di tempat untuk menontonnya.

Mungkin itu keputusan saya yang salah. Saya jadi tidak bisa menikmati filmnya karena terus kepikiran kunci motor saya.

Mengunjungi Teman

i.huffpost.com
i.huffpost.com

Jam 7 pagi saya sudah tiba di Stasiun Gubeng Surabaya. Hari itu saya akan mengunjungi teman saya di Surabaya yang sudah lama tak berjumpa. Kami berencana untuk jalan-jalan keliling kota Surabaya. Sebelum menelepon teman saya untuk minta dijemput, saya pergi ke toilet dulu.

Sialnya handphone saya jatuh dari saku baju ke dalam ember berisi air. Saya langsung mengambilnya, namun handphone saya mati dengan sukses.

Saya tidak hafal nomor dan alamat teman saya, sehingga saya memesan becak dan mencari kosnya mengandalkan ingatan saya.

Mendapat Kesempatan Siaran di Radio

www.goshen.edu
www.goshen.edu

Tahun 2010 saya mengikuti diklat UKM penyiaran di kampus. Kami dibagi beberapa kelompok, dan tiap kelompok harus mengirim dua orang untuk mencoba menjadi penyiar radio. Tidak disangka saya dan teman saya mendapat poin tertinggi dalam tes tersebut.

Hal yang lebih membuat kami gembira adalah, kami diberi kesempatan oleh salah satu juri untuk sekali siaran di salah satu radio di Kota Malang. Sungguh saya tidak pernah membayangkan akan mendapatkan kesempatan seperti ini.

Setelah acara selesai saya bergegas pulang. Kondisi jalan di daerah sebelum rumah saya memang gelap, sehingga saya tidak sadar ada tumpukan batu di pinggir jalan. Saya menghindar namun kehilangan keseimbangan sehingga jatuh.

Besoknya saya langsung dibawa ke tukang pijat oleh ibu. Beberapa hari sakit di badan saya berangsur-angsur membaik. Saya merasa yakin akan sembuh sebelum waktu siaran nantinya.

Saya dan teman saya melakukan latihan untuk persiapan siaran. Namun setelah dua minggu saya mendapat kabar bahwa saya tidak jadi mendapat kesempatan siaran di radio. Tidak ada detail lebih jelas kenapa kesempatan kami dibatalkan. Tentu kami berdua kecewa berat saat itu.

Film Horror

distractify-media-prod.cdn.bingo
distractify-media-prod.cdn.bingo

Saya dan seorang teman tergesa-gesa karena terlambat masuk bioskop. Kami berdua akan menonton film komedi horror yang katanya Scary Movienya Indonesia. Film sudah berjalan beberapa waktu ketika kami menontonnya.

Sudah setengah jam kami menonton tapi tidak ada adegan lucunya sama sekali. Saya merasa pemain yang munculpun berbeda dari yang di poster. Kami semakin kaget karena baru sekitar 45 menitan kami menonton filmnya sudah habis.

Setelah lampu dinyalakan saya bertanya ke orang di sebelah saya. Darinya saya jadi tahu kalau saya menonton film yang salah. Saya protes ke petugas yang memeriksa tiket kami tadi. Dia hanya minta maaf tetapi tidak bisa mengganti dengan tiket yang baru.

Membantu Pekerjaan Rumah

media.treehugger.com
media.treehugger.com

Hari minggu ibu meminta saya untuk membersihkan teras rumah dan menyiram tanaman. Dengan sigap langsung saya kerjakan tugas itu. Setelah beberapa waktu akhirnya tugas itu selesai.

Saya langsung menuju dapur untuk memberi tahu ibu bahwa teras sudah bersih. Saya berpikir ibu pasti senang mendengarnya. Namun belum sempat memberitahu ibu, mata saya focus ke blender di sebelah saya.

Entah kenapa saya sangat tertarik dengan tombol “Pulse” di Blender. Tanpa piker panjang saya pencet tombol itu. Ternyata blender masih menyala dan tidak dalam kondisi tertutup. Sehingga jus tomat yang ada di dalam blender menyembur keluar mengotori tembok dan baju saya.

Ibu menoleh dan seketika memarahi saya.  Kalau dipikir-pikir itu adalah hal terbodoh yang saya lakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Dinikmati Saja

i.huffpost.com
i.huffpost.com

Itulah beberapa kesialan di tengah kesenangan yang pernah saya alami. Begitulah hidup, ada beruntung ada sial. Ada yang mengalami keduanya di waktu yang berjauhan, ada pula yang berdekatan.

Mungkin kita akan sedih, kecewa atau marah ketika mengalaminya nanti. Namun di masa depan, kita pasti akan tersenyum ketika mengingat kejadian-kejadian tersebut.

Leave a Comment