6 Jenis Hewan yang Pernah Saya Pelihara

Sejak kecil saya memang senang dengan hewan. Orangtua saya pun tidak melarang saya untuk memelihara hewan di rumah.

Ada 6 jenis hewan yang pernah saya pelihara. Semuanya berkesan, semuanya memberi pelajaran.

Laba-laba

http://i1.trekearth.com/
http://i1.trekearth.com/

Pengalaman saya memelihara laba-laba mungkin sudah saya singgung sedikit di artikel saya Pengalaman Masa Kecil di Tembagapura.

Ya, saat TK saya tertarik dengan laba-laba. Bahkan saat itu saya belum tahu ada tokoh Spiderman yang identik dengan laba-laba. Di mata saya, hewan ini begitu keren. Cara jalannya, bentuk sarangnya, saat bergelantungannya, dll.

Tiap melihat laba-laba di sekitar rumah akan langsung saya masukkan ke botol yang saya bawa kemana-mana. Baru nanti sampai rumah saya pindahkan ke botol yang lebih besar. Semua koleksi laba-laba saya taruh di meja depan rumah.

Untuk makanannya saya biasanya memberi daun, sayur yang sudah saya potong kecil-kecil, atau nyamuk, semut, dan serangga kecil lainnya.

Saya merasa bangga karena teman saya pasti terkagum-kagum setiap melihat koleksi saya.

Kelinci

http://www.pets4homes.co.uk/
http://www.pets4homes.co.uk/

Waktu kelas 2 SD, saya dan adik diberi masing-masing satu kelinci. Namun kelincinya dipelihara di rumah nenek di Wlingi. Kesempatan kami bermain dengan kelinci hanya di hari sabtu dan minggu saat kami berkunjung ke rumah nenek.

Kami bermain di pekarangan belakang yang cukup luas. Kelincinya sangat lincah dan cepat, sehingga susah sekali untuk ditangkap.

Saya lupa sebabnya apa, namun beberapa bulan kemudian kelinci kami mati. Saat itu kami cukup sedih dan tidak mau lagi punya peliharaan kelinci.

Ikan Hias

http://spsholic.com/
http://spsholic.com/

Saya ingat betul saat kelas 3 SD saya sangat ingin mempunyai ikan hias di akuarium bundar. Keinginan saya muncul setelah melihat akuarium milik teman.

Ibu tidak keberatan, dia mengajak saya ke pasar hewan untuk memilih sendiri ikannya. Saat itu saya beli beberapa ikan hias kecil, diantaranya ada ikan cupang dan kura-kura.

Sampai di rumah saya gabung semua ikan di satu akuarium. Kala itu saya tidak tahu kalau ikan cupang tidak boleh di campur. Hasilnya dalam beberapa hari ikan saya mati semua. Tentu saya sangat sedih dan kecewa.

Ibu menawari untuk membeli ikan lagi tapi saya tolak. Sejak saat itu saya tidak berkeinginan lagi untuk memilihara ikan.

Kura-kura Brazil

c1.staticflickr.com
c1.staticflickr.com

Saya membeli Kura-kura Brrazil berbarengan dengan membeli ikan hias. 3 ekor kura-kura tersebut saya letakkan di baskom kecil.

Beberapa bulan kemudian dua ekor mati entah kenapa. Sedangkan satu ekor masih hidup sampai sekarang, yang berarti umurnya sudah 15 tahun. Namun tahun lalu saya hibahkan ke teman ibu saya yang menginginkan kura-kura tersebut.

Saya juga merasa kasihan, karena selama 15 tahun, Jak, si kura-kura selalu sendirian dan jarang saya perhatikan. Makanya begitu ada yang menginginkannya langsung saya berikan. Semoga kamu senang di tempat barumu Jak.

Burung Punglor

www.ciriburung.com
www.ciriburung.com

Suatu hari saat saya masih SD, tiba-tiba ada burung yang masuk ke dalam rumah melalui pintu jemuran. Ibu minta tolong tetangga untuk menangkap burung tersebut. Setelah ditangkap, tetangga saya mengatakan bahwa burung tersebut adalah Burung Punglor.

Saya pun bergegas membeli kandang burung kecil di toko pakan burung dekat rumah. Saya cukup senang saat mendengar suara burung punglor tersebut tiap hari.

Namun sayang umur burung tersebut tidak lama, karena beberapa minggu kemudian burung tersebut mati tanpa diketahui sebabnya. Padahal untuk pakan dan kebersihan sudah saya perhatikan sesuai saran dari tetangga saya.

Kucing

pixabay.com
pixabay.com

Kucing adalah hewan yang paling saya senangi sejak pertama kali memeliharanya. Saat kelas 6 SD, saya diberikan dua Kucing campuran Red Tabby dan Anggora, masing-masing jantan dan betina oleh pakdhe saya di Jakarta.

Saya beri nama Zoro dan Rere, pasti kamu tahu kan mana yang jantan dan betina? Saat pertama sampai rumah, mereka masih berusia tiga bulanan

Hampir tiap hari saya dan adik bergantian mengajak Zoro dan Rere tidur bersama. Kami sangat senang dan telatan mengurus mereka.

Setelah itu dari merekalah saya punya banyak kucing. Entah sudah berapa yang saya jual atau berikan kepada teman atau saudara.

Sampai sekarang saya masih memelihara kucing di rumah. Karena mereka seperti sahabat yang mampu menghibur saya di kala sedih dan melihat kelucuan tingkah mereka merupakan kegembiraan tersendiri bagi saya.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya ceritakan tentang kucing saya. Namun sepertinya akan saya buat dalam artikel tersendiri nantinya.

Manfaat Memelihara Hewan

bowwowinsurance.com.au
bowwowinsurance.com.au

Memelihara hewan melatih kita untuk lebih memiliki rasa kasih sayang terhadap makhluk hidup. Kita juga jadi lebih telaten dan sabar. Selain itu kita juga belajar bagaimana menerima kenyataan jika peliharaan yang kita sayangi mati.

Walaupun mereka hewan dan tidak mengerti bahasa manusia, namun kasih sayang kita pasti dapat mereka rasakan. Maka dari itu, sayangilah peliharaanmu, karena mereka sahabatmu.

Leave a Comment