Karya Tugas Kuliah yang Menjadi Pemenang (Part 1)

Memasuki semester 5 saya mendapat tugas kelompok untuk membuat film animasi 3D (tiga dimensi). Jangka waktu pengerjaannya satu semester. Terasa lama tapi sebenarnya tidak juga karena masih ada tugas dari mata kuliah lain yang tidak kalah menyita waktu.

Saya mendapat tugas untuk membuat naskah film animasinya, karena sudah pernah beberapa kali membuat cerita, baik untuk tugas maupun lomba. Selain itu saya merasa enjoy saat menulis cerita untuk animasi karena bisa bebas berimajinasi.

Buntu Ide

http://mcdn.recetasparaadelgazar.com/
http://mcdn.recetasparaadelgazar.com/

Sudah beberapa hari tugas tersebut diberikan namun saya belum merasakan klik dengan draft-draft cerita yang saya buat. Bila naskah tidak segera diselaikan maka proses lain akan ikut tertunda. Karena naskah mengandung penjelasan tokoh, lokasi dan cerita atau bisa disebut sebagai inti.

Ini merupakan tugas pertama kami membuat film animasi 3D, oleh sebab itu saya tidak ingin membuat yang rumit. Cerita harus dibuat menarik, menggunakan tokoh sesedikit mungkin dengan pergerakan animasi yang tidak rumit dan lokasi yang minimalis.

Aha Moment

reimaginework.com
reimaginework.com

Semester 5 ini saya bekerja di sebuah studio animasi berbarengan dengan kuliah. Untungnya jam kerja fleksibel, asalkan totalnya 9 jam sehari. Hari itu setelah kuliah saya langsung ke tempat kerja. Seperti biasa saya mulai mengerjakan tugas dari studio.

Saat sedang serius bekerja, saya mendengar bel tetangga berbunyi kemudian disusul dengan teriakan tukang pos yang berteriak, “Paket!”. Beberapa kali  petugas mengulangi perbuatannya karena sang pemilik rumah tak kunjung keluar.

Saya mulai terganggu, karena teriakan tukang posnya keras sekali. Tidak lama berselang terdengar pagar digedor-gedor kencang sekali, saya makin terasa terganggu. Di tengah-tengah kekesalan saya, tiba-tiba saya mendapat “aha moment”.

Moment inilah yang selalu ditunggu oleh kebanyakan orang jika sedang buntu dalam memikirkan sesuatu.

Saat itu semua begitu lancar, dengan mudah saya bisa menentukan jalan cerita, tokoh yang akan digunakan, dan lokasi. Cerita selesai hanya dalam beberapa menit saja.  Saya menyempurnakan draftnya malam hari setelah pulang kerja.

Presentasi

cdn2.hubspot.net
cdn2.hubspot.net

Besoknya saya tunjukkan kepada teman-teman kelompok dan mereka menyukainya. Beberapa hari kemudian kami melakukan presentasi tentang animasi yang akan kami buat. Dosen tertawa terbahak-bahak saat saya menceritakan jalan ceritanya, beliaupun menyetujui ceritanya.

Pra Produksi

Pembuatan naskah merupakan salah satu bagian dari pra produksi, karena sudah selesai maka kami melanjutkan ke proses berikutnya.

1. Mendesain Karakter dan Background

gilcalceta.files.wordpress.com
gilcalceta.files.wordpress.com

Saya menyerahkan deskripsi karakter kepada teman kelompok saya untuk diubah ke dalam bentuk visual. Setelah dia membuat beberapa macam alternatif akhirnya kami memutuskan mana sketsa yang akan digunakan.

Karakter dalam film ini berjumlah dua orang. Yaitu seorang petugas pos dan seorang nenek. Setting lokasi hanya di rumah dan jalan depan rumah. Disini teman saya juga membuat sketsa item-item yang akan digunakan di film.

2. Dubbing

www.dubberman.com
www.dubberman.com

Dubbing adalah proses mengisi suara karakter. Pengisian suara memang dilakukan sebelum pembuatan animasi. Pedoman dubber adalah naskah atau storyboard namun mereka tetaap membutuhkan imajinasi dan penghayatan seolah-olah mereka sendiri yang berada di film tersebut agar suara karakter seperti hidup.

3. Pembuatan Storyboard

http://1.bp.blogspot.com/
http://1.bp.blogspot.com/

Teman saya yang lain membuat storyboard yang merupakan visualisasi dari naskah. Storyboard mirip dengan komik. Setelah digambar, maka tiap panel storyboard akan digabungkan menjadi sebuah video slideshow yang akan digabung dengan suara karakter hasil dubbing.

Video storyboard ini yang akan digunakan sebagai pedoman bagi animator saat membuat animasi nantinya. Animator jadi mengetahui berapa durasi tiap adegannya, gerakan apa yang harus dibuat, di lokasi mana terjadinya sebuah adegan, bagaimana emosi karakter, dll.

4. Modelling Karakter dan Properties

http://2.bp.blogspot.com/
http://2.bp.blogspot.com/

Dua teman saya bertugas membuat modelling karakter. Modelling adalah membuat karakter 3D di dalam software 3D berdasarkan sketsa yang sudah dibuat. Setelah karakter jadi maka perlu ditambahkan Rigging (penulangan), agar karakter bisa digerakkan oleh animator.

Teman yang lain bertugas untuk modelling properties, seperti rumah, pohon, jalan, dan item-item lain yang akan digunakan dalam film.

Proses modelling ini memakan waktu sebulan lebih, karena setelah jadi dan digerakkan maka biasanya ada bagian yang masih perlu dibenahi. Tidak cukup sekali, kadang bisa berulang kali sampai benar. Hal ini bertujuan agar nantinya mudah bagi animator untuk menggerakkan karakternya.

5. Texturing

assets.digitaltutors.com
assets.digitaltutors.com

Karakter dan properties yang sudah dibuat biasanya masih menggunakan warna dasar, yaitu abu-abu. Tentu kurang menarik jika hanya satu warna.

Texturing dilakukan satu persatu, mulai dari mata, badan, pakaian, celana, sepatu, dll. Setelah karakter selesai dilanjutkan dengan texturing pada properties. Setelah texturing karakter akan terlihat lebih hidup dan berwarna, begitu pula dengan properties yang ada.

Produksi

http://cinemaevideo.com/
http://cinemaevideo.com/

Setelah melakukan serangkain proses di pra produksi, kami siap untuk memasuki proses produksi yaitu penganimasian.

Satu film animasi dikerjakan oleh 8 orang anggota kelompok. Karena dikerjakan oleh orang yang berbeda, penggunaan video storyboard sangat membantu untuk menjaga kesinambungan.

Kami mengerjakan animasi menggunakan software open source bernama Blender. Pembuatan animasi 3D membutuhkan komputer yang mumpuni, sehingga kami hanya mengerjakannya saat menggunakan lab komputer di kampus 4 jam tiap minggunya.

Sebagai animator kita harus menjiwai karakter yang kita gerakkan, agar karakter tersebut terasa hidup. Animator harus berpikir bagaimana jika dia menjadi karakter tersebut. Cara jalannya, bicaranya, ciri khas gerakannya, ekspresinya, dll. Animator adalah aktor yang tersembunyi.

Proses pengerjaan memakan waktu sekitar tiga bulan. Kami pernah menghadapi beberapa masalah seperti komputer ngehang, lupa mengesave file, salah dalam membuat gerakan, tidak mood saat mengerjakan, dll. Namun dari masalah tersebut kita belajar untuk mencari jalan keluarnya.

Bersambung…

Leave a Comment